Persiapan Mendapatkan Beasiswa S2 Luar Negeri

Persiapan Mendapatkan Beasiswa S2 Luar Negeri

Beasiswa S2 luar negeri merupakan dambaan setiap lulusan S1 di tanah air Indonesia. Tak hanya mahasiswa Indonesia saja yang menginginkannya, Negara lain pun juga menginginkannya seperti Thailand, India, Australia, Timur Tengah bahkan Negara maju seperti orang Inggris dan lain – lain.

Dunia semakin berkembang pesat dan maju alat – alat modern semakin berinovasi dan semakin banyak ide kreatif dan inovatif di zaman ini. Indonesia tak kalah saing juga dalam hal pendidikan namun banyak orang Indonesia ingin kuliah di luar negeri untuk memiliki pengalaman yang berbeda dan tentunya mempelajari sesuatu yang lebih baik dari Indonesia.

Kenginginan para mahasiswa S1 inilah yang ditangkap baik oleh para penyelenggara beasiswa S2 luar negeri termasuk pemerintah. Pemerintah Indonesia membikin lembaga bernama LPDP singkatkan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan. Lembaga ini mengeluarkan beasiswa dengan nama beasiswa LPDP.

LPDP tidak hanya memberikan beasiswa untuk dalam negeri namun juga memberikan kesempatan kepada pelamar untuk bisa merasakan kuliah di luar negeri. Namun lembaga ini pun memiliki syarat dan ketentuan yang berlaku sesuai Negara mana yang diambil.

Sebelum beranjak lebih jauh beasiswa S2 luar negeri memiliki banyak syarat dan ketetuan terutama karena ini masuk ke jenjang yang lebih ditinggi. Sehingga tak dapat dipungkiri banyak pelamar namun hanya sedikit yang diterima.

Persiapan mendapat Beasiswa S2 luar Negeri

www.educenter.id

1. Nilai Akademik

Tak bisa dipungkiri lagi nilai akademik yang dilihat adalah IPK bagi mahasiswa. Biasanya para penyelenggara beasiswa mematok IPK minimal 3,0 dan biasa diprioritaskan dari pada dibawah 3,0. Sehingga perlu banget diperhatikan nilai akademik.

2. Pengalaman

Tidak hanya nilai akademik saja, para penyelenggara juga melihat pengalaman organisasi serta pengalaman kerja. Hal ini dilihat karena memiliki nilai tambahan serta sebagai alat ukur untuk interpersonal pelamar dalam kerja dalam kelompok serta untuk menguji emosional.

Sedangkan untuk pengalaman kerja akan diberikan nilai tambahan juga karena itu sama dengan pengalaman organisasi dilihat hubungan interpersonal serta usahakan pekerjaan yang diambil itu sesuai dengan kuliah S2 yang diambil juga ya.

2. Tes TOEFL/IELTS

Tes ini merupakan tes untuk mengukur kefasihan berbahasa inggris, karena beberapa universitas menggunakan bahasa inggris. Namun tes ini tidak berlaku untuk universitas yang masih menggunkan bahasanya seperti di Arab, Cina, Spanyol dan masih ada lagi. Perlu diperhatikan bahwa tes ini sangat berpengaruh untuk bisa mendapatkan beasiswa S2 luar negeri.

3. Persiapan Jiwa dan Raga

Jangan pernah mengambil keputusan saat ragu – ragu karena bisa berakibat fatal nantinya. Sebaiknya dipirkan matang – matang apakah mau lanjut kuliah atau ingin berkerja dulu, karena kalau belum siap bisa – bisa nanti gagal dalam menyelesaikan masa studi.

4. Pilih dengan Cermat

Setiap orang bangga masuk dalam suatu universitas dengan ranking tertinggi sedunia, namun ingat apakah jurusan yang diambil juga memiliki ranking yang tinggi pula. Bila tidak sia – sia saja masuk di jurusan yang belum memiliki rangking yang tinggi.

Bukannya tidak boleh namun dirimu akan belajar dengan keras di jurusan yang diambil jadi bila jurusannya belum memiliki rangking yang tinggi sama saja nanti setelah lulus saat melamar kerja pasti dipertimbangkan kembali. Sehingga perlu teliti juga memilih jurusan yang memiliki rangking yang tinggi.

5. Motivation Letter

Adalah sebuah berkas penting yang sering diajukan kepada para penyelenggara beasiswa sebagai salah satu persyaratan untuk mengajukan beasiswa. Berkas inilah yang sering membuat para pelamar beasiswa S2 luar negeri gagal. Walaupun hanya sebuah berkas namun ini sangat penting sekali dalam pendaftaran beasiswa.

Berkas ini berisi identitas dan kelebihan diri sang pelamar beasiswa serta tujuan mengabil beasiswa dan alasan memilih besiswa luar negeri di Negara tersebut. Bila tidak ada interview berkas ini bisa menggantikannya.

Karena ini sangat penting banyak hal yang harus diperhatikan dalam menulis motivation letter. Pertama kenalkan dirimu sebaik mungkin, latar belakangmu pendidikan, dan kelebihan yang kamu miliki serta pengalamanmu, karena lewat inilah para penyelenggara tahu siapa pelamar tersebut.

Selanjutnya jelaskan alasan mengambil beasiswa tersebut dan jurusan yang diambil. Yakinkan penyelenggara alasan kamu mengambil beasiswa tersebut dan jelaskan keuntungan setelah lulus nanti dan hal yang akan dilakukan setelah lulus.

Ternyata untuk mendapatkan beasiswa S2 luar negeri cukup berbeda dengan mengambil beasiswa S1. Walaupun ada beberapa hal yang sama, namun untuk mendapatakan beasiswa S2 perlu menuliskan motivation letter yang sangat berpengaruh pada berhasil atau tidaknya mendapat beasiswa.

Sudah banyak tips di internet cara membuat motivation letter yang baik dan jitu. Pelajarilah dan pahamilah sebelum membuat motivation letter sehingga kita tahu dan mengerti apa yang akan ditulis didalamnya. Bertanyalah kepada orang yang pernah membuat motivation letter dan mendapat beasiswa S2 luar negeri karena bisa saja langsung dapat tips jitu tembus motivation letter.

Tetapi jangan juga melupakan atau meremehkan hal yang lain juga karena kalau itu sebuah persyaratan dan ketentuan dan tidak terpenuhi bisa saja pelamar tidak akan mendapatakan beasiswa S2 luar negeri yang diinginkan.

Baca juga: Bimbingan Beasiswa S2 Kuliah di Luar Negeri? Workshop KKLN Solusinya!

Leave a Reply